- Back to Home »
- NO TIME TO SURRENDER - Part 01: [Kenangan Masa Suram]
Thursday, July 30, 2015
Aku
Satu kata yang mengandung pengakuan, baik diri maupun kepemilikan.
Aku.... Aku juga ingin menjadi sama ! sama dengan kalian, yang memiliki kesempurnaan.
Saat ini diriku, sebut saja maura, duduk di balkon rumah dengan tatapan kosong memandang jauh ke arah langit-langit sambil mengingat sesuatu.
Ya, sesuatu yang entah oranglain akan mengerti atau tidak. Sesuatu yang pernah mengubah hidupku hingga sejauh ini.
Ketika maura duduk di bangku sekolah dasar
Bangku Sekolah Dasar adalah bangku sekolah dimana masa yang akan menjadi penentu psikologi dan sikap anak dimasa depan.
Maura, gadis kecil bertubuh kurus berambut kusam, berkulit hitam tertunduk di kursi paling belakang saat anak lelaki di kelas sekolah dasarnya mengejeknya.
“ Udah item, jelek BUDUK hidup pula” ujar salah satu temannya. Lalu di ikuti tertawaan seluruh teman satu kelasnya. Mereka tertawa..... sangat amat senang. Suara tawa terngiang ngiang di telinga maura, Gadis itu gemetar, jari jari tangannya mengepal, air matanya hampir keluar ia mencoba menahan nya.... dadanya teramat sangat sesak ! apabila air matanya keluar maka akan ada ejekan yang lebih parah dari ini.....
Maura ingin pergi, tapi untuk melangkah keluar dia merasa sangat malu... malu akan keadaan dirinya. Baginya tak ada yang lebih menyakitkan lagi selain ejekan yang harus ia terima setiap hari. Bahkan untuk bermimpi bermain bersama teman pun ia tak berani membayangkannya. Untung saja ada sophie saudara sepupunya yang masih mau menemaninya walaupun sebatas mengajaknya jajan dan bermain karet.
- Awal Kepedihan -
Maura, gadis kecil berumur 2 tahun yang masih amat polos, untuk sekedar mengingat namapun terasa sulit. Maura gadis polos yang tak tahu kisah tuhan yang telah ditulisakan akan dirinya.
Di usia balitanya, ia terserang penyakit di Karenakan bakteri staphylococcus aureus yang membuat hampir sebagian tubuhnya terkecuali badan dan wajahnya di tumbuhi benjolan benjolan disertai biang kringat, penyakit ini sangat gatal Tak heran bila si penderita akan selalu terlihat menggaruk – garuk bagian yang terinfeksi seperti halnya seekor monyet . mauraa tak mengerti, bagaimana caranya menahan rasa gatal yang teramat panas. Ia menggaruknya ... lagi... lagi... lagi..... dan lagi.
Maura setiap hari dititipkan kepada bu popoh, tetangga rumahnya yang sedikit jorok, dan beraroma khas rumah yang lembab. Mungkin disanalah tempat maura terkena cacar monyet.
Maura sangat pendiam, berbeda dengan 3 saudaranya. Orangtuanya memilih menitipkan maura dikarnakan ia tidak rewel, dan keadaan keuangan keluarga sedang tidak stabil sedangkan biaya untuk menggaji baby sitter cukup mahal, maka pilihan terakhirnya adalah bu Popoh , ibu ibu yang sangat suka anak kecil dan dengan senang hati menampungnya, tapi sangat disayangkan keadaan rumah dan kebiasaan keluarganya cukup jorok.
Saat penyakit ini menyerang...Orangtua gadis kecil ini sedang bekerja, 2 kakaknya ikut dengan mamanya dan 1 adiknya ikut dengan papanya.
Bu popoh yang kaget melihat kondisi maura pun lantas menelpon kedua orang tuanya.
“ halo bu, ini araaa badannya kok bentol semua ya merah merah seperti cacar air tapi lebih parah bu, ini banyak banget hampir seluruh badan. Si ara garuk garuk mulu sampe berdarah bu.” Ujar bu popoh saat melaporkan kejadian ini kepada orangtua maura.
“ udah bu kasihin bedak tabur atau remocil juga sembuh, udah dulu ya saya mau meeting....”
Tuut.. tuut.. tuu..t
***
Maura diantarkan pulang oleh bu popoh dengan di gendong, keadaan nya semakin memburuk. Saat maura memasuki rumahnya, ketiga saudaranya sedang asik bermain di ruang tamu.
“ makasih yah bu popoh “ ujar ibu maura. Bu popoh pun kembali kerumahnya.
“ mah gatel” ujar gadis kecil itu. Saat ini yang ada dipikiran orantuanya adalah cacar bukuanlah penyakit serius, orangtuanya pun lantas memandikan maura dan membalurkan tubuh gadis kecil itu dengan bedak gatal.
Dan ke esokan paginya.... Semua terkaget dengan reaksi tubuh gadis kecil ini....
Tidak ada yang menyangka ... bahwa Penyakit sepele akan seperti ini....... berkembang dalam SEKEJAP !
***
“ mamaaaaaaaaaaaa!!! Ara jadi monster Reca takut” terdengar jeritan reca, kakak kedua maura yang hanya berbeda 2 tahun diatasnya. Reca berlari menjauhi Maura yang saat itu hanya berbaring diatas ranjang dengan serpihan kulit yang menempel pada sprei.
Sang mama bingung apa yang harus ia lakukan. Maura, gadis itu tetap menggaruk garuk tubuhnya walaupun sang mama melarangnya. Kini benjolan benjolan di tubuhnya berubah menjadi borok borok yang mengumpul saling bertumpuk satu sama lain. Rosa , mama dari maura pun bergetar melihat perubahan penyakit anaknya dalam sekejap. Sesekali rosa merasa mual saat melihat koreng koreng maura yang bercampur dengan nanah.
Berbagai upaya telah rosa lakukan untuk menyembuhkan anaknya, dimulai dari berobat kedokter kulit, yang mengharuskan maura suntik setiap hari sampai dengan pengobatan alternatif.
Tetapi belom ada kemajuan yang maura alami.
***
Pagi ini maura seperti biasa dititipkan kepada bu popoh, karna rosa berangkat kerja.
Maura duduk manis menonton tv, diruang tengah berukuran 3x3 meter milik keluarga popoh ini hanya terdapat televisi diatas rak buku yang sangat tidak terawat. Lantai lantainya kusam dan berminyak, serta tetap memiliki aroma has nya. Lembab.
Juju anak terahir bu popoh sedang asik menghias kukunya di pojok ruangan.
“ ra... araa.. sinih deh” titahnya, maura segara bangkit menghampiri juju.
“ mana coba liat cacarnya ara..... ih ini udah mulai kering ra, teteh kopek yah gregetan banget ngeliatnya “. Maura hanya mengangguk dan menurut saja.
“ aduuh “ ara mengaduh. Juju mengelucuti lukanya lagi.. dan lagi. kulit keringnya tertarik membuat lukanya mengeluarkan darah. Menimbulkan luka yang lebih dalam lagi... dan tentu saja.... meninggalkan bekas luka yang terlihat jelas.
( sepi adalah sahabatku)
Maura hampir setiap hari melewati pertumbuhannya di rumahnya dan di rumah bu popoh. Gadis mungil ini sudah sangat terbiasa sendiri.
“ mah ayuk berangkat teman teman kantor papa sudah disana semua”
“ maura, mama papa sama yang lain mau ke acara kantornya papa yah, maura dirumah ajah atau mau main di rumah bu popoh? “
“ ara gamau dirumah bu popoh. Ara mau ikut ajah maaaah”.
“ara disini ajah, kan ara luka nya masih basah. Kemanin kan makin parah karna makan seafood kan?”. ”ah ara ikuuuut mamaaaaaa.. ara mau ikut” mata maura bernanar, ia melihat ke tiga saudaranya terlihat rapih dan dengan raut wajah senang. Ara terus merengek dan terdengarlah suara tangisannya hingga kepenjuru ruangan, dan tangisannya tak membuahkan hasil. Kini maura gadis malang itu hanya dapat memandangi mobil keluarganya meninggalkan halamannya.
bersambung...
Penulis: J.G
Sumber: http://www.eljombloradio.net/
